KSI Mist FMIPA UNY Selenggarakan SKUG 2026 untuk Persiapkan Panitia dan Pemandu PAB

Yogyakarta – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Anggota Baru (PAB) KSI Mist FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2026, Departemen Sumber Daya Anggota (SDA) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kepemanduan dan Upgrading Panitia (SKUG) pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Gedung D.03.1.01.04 FMIPA UNY ini menjadi salah satu bentuk persiapan bagi panitia dan pemandu agar dapat menjalankan peran serta tanggung jawabnya dengan lebih optimal selama rangkaian PAB berlangsung.
Mengusung tema besar “Training the Minds, Leading the Investigation”, SKUG 2026 terdiri atas dua rangkaian utama, yaitu Upgrading Panitia dan Sekolah Kepemanduan. Kedua rangkaian tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, baik dalam menjalankan tugas kepanitiaan maupun dalam mendampingi peserta PAB.Rangkaian kegiatan diawali dengan Upgrading Panitia yang menghadirkan Ferry Kurnia Sari sebagai pemateri.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama tim, kolaborasi, serta pengembangan keterampilan dalam kepanitiaan. Materi tersebut menjadi bekal bagi panitia untuk membangun koordinasi yang baik, memahami tanggung jawab masing-masing, dan menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sekolah Kepemanduan yang menghadirkan Nurul Fauziyah Ramadhani sebagai pemateri.
Sesi ini secara khusus ditujukan kepada pemandu PAB KSI Mist 2026 sebagai bentuk pembekalan sebelum menjalankan tugas kepemanduan. Materi yang disampaikan mencakup peran dan tanggung jawab pemandu, komunikasi dan fasilitasi dalam kepemanduan, dinamika kelompok, serta substansi dasar proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).Melalui materi tersebut, pemandu diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai tugasnya, tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam mengarahkan dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemandu yang mampu menjalankan perannya secara komunikatif, kreatif, dan bertanggung jawab, khususnya dalam kegiatan Research Fair (RF) pada rangkaian PAB KSI Mist 2026.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, Sekolah Kepemanduan juga dilengkapi dengan simulasi kepemanduan berbasis studi kasus yang telah disiapkan oleh panitia. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi enam kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri atas empat orang pemandu. Setiap kelompok memperoleh studi kasus yang berbeda untuk dipraktikkan secara langsung sesuai dengan situasi yang diberikan.Melalui simulasi ini, peserta berkesempatan untuk menerapkan materi yang telah diperoleh, terutama dalam hal komunikasi, fasilitasi, dan pengelolaan dinamika kelompok. Setelah praktik berlangsung, setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasinya untuk kemudian mendapatkan tanggapan serta feedback dari pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemandu untuk mengenali kemampuan yang telah dimiliki sekaligus mengevaluasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan sebelum terjun langsung dalam pelaksanaan PAB.
Pelaksanaan SKUG 2026 menjadi salah satu langkah persiapan KSI Mist FMIPA UNY dalam membangun kesiapan panitia dan pemandu. Melalui Upgrading Panitia, peserta diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjalankan kepanitiaan. Sementara itu, melalui Sekolah Kepemanduan, pemandu diharapkan lebih siap dalam menjalankan peran pendampingan serta menciptakan proses kepemanduan yang efektif dan terarah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh panitia dan pemandu dapat membawa bekal pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh ke dalam pelaksanaan PAB KSI Mist 2026. Lebih dari sekadar kegiatan pembekalan, SKUG menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama, meningkatkan kapasitas sumber daya anggota, dan mempersiapkan pelaksanaan PAB yang terarah serta berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat.